Jumat, 08 Februari 2013

IPS kelas delapan Bab 1 (Rangkuman)


Kondisi fisik wilayah Indonesia dan Penduduk

A.  Pengaruh letak geografis Indonesia terhadap kondisi alm dan penduduk
Letak suatu Negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Letak Indonesia yang diapit dua benua dan berada di dua samudra besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk.

1.    Pengaruh letak geografis terhadap keadaan alam
     Indonesia merupakan di mana tempat pertemuan dua samudra besar (samudra Pasifik dan samudra Hindia) diapit dua benua (benua Asia dan benua Australia). Ini semua berpengaruh terhadap kondisi alam.
a.       Wilayah Indonesia beriklim laut, sebab merupakan Negara kepulauan, sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut yang mendatangkan banyak hujan.
b.      Indonesia memiliki iklim musim, yaitu iklim yang di pengaruhi oleh angin muson yang berhembus 6 bulan sekal. Ini mnyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.

2.    Pengaruh letak geografis terhadap keadaan penduduk
     Indonesia terl;etak pada posisi silang (cross potition),maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia yaitu;
a.       Indonesia di pengaruhi oleh budaya asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama.
b.      Indonesia terletak diantra Negara-negara berkmbang, sehingga memiliki banyak mitra kerja sama.
c.       Lalu lintas, perdagangan, dan pelayaran di Indonesia cukup ramai, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia dan menambah sumber devisi Negara.

B.  Pengaruh letak astronomi Indonesia
     Letak astronomi adalah suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Wilayah Indonesia utara adalah pulau Weh berada di 6° LU. Wilayah Indonesia selatan adalah pulau Rote berad di 11°LS. Wilayah Indonesia barat adalah di ujung utara pulau Sumatra berada di 95° BT. Wilayah Indonesia timur di kota Meruke berada di 141° BT.

1.    Garis lintang
     Garis lintang merupakan garis khayal pad peta atu globe yang sejajar denagn katulistiwa. Garis katulistiwa atau garis ekuator atau garis lini adalah garis lintang 0°. Garis lintang gunanya untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari.
     Berdasarkan lintangnya, wilayah Indonesia berada di antara 6° LU - 11° LS.ini menyebabkan Indonesia beriklim tropis dengan cirri-ciri:
a.       Memiliki curah hujan yang tinggi,
b.      Memiliki hutan hujan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,
c.       Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun,
d.      Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.

2.    Garis bujur
     Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan. Bumi dibagi menjadi 180° BT dan 180° BB. Perhitungan gris bujur 0° dimulai dari kota Greenwich dekat kota London. Garis bujur gunanya untuk menentukan waktu suatu daerah.
      Letak astronomi Indonesia yang berada di antara 95° BT - 141° BT menjadikan Indonesia memiliki tiga daerah waktu, yaitu:
a.       Daerah waktu Indonesia bagian barat (WIB), meliputi seluruh Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan barat. Kalimantan tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia barat selisi waktunya 7 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).
b.      Daerah waktu Indonesia bagian tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil sekitarnyawaktu Indonesia tengah selisih waktunya 8 jam lebih awal dari GMT.
c.       Daerah waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.waktu Indonesia bagian timur selisih waktunya 9 jam lebih awal dari GMT.

C. Hubungan letak geografis dengan perubahan musimdi Indonesia
     Musim kemarau berlangsung antara bulan April sampai bulan Oktober, sedangkan musim penghujan berlangsung antara Oktober sampai bulan April.terjadinya pergantin musim disebabkan oleh terjadinya peredaran semu matahari setiap tahun.

1.    Peredaran semu matahari tahunan
     Peredran semu matahari tahunan adalh gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23½° LU, kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju ke garis lintang balik selatan 23½° LS dan kembali lagi ke khatulistiwa.
     Akibat dari perputaran bumi yang mengeliling matahari tersebut, mengakibatkan terjdinya pergeseran semu letak terbit/terbenamnya matahari.
13124684121150389712.jpg
No.
Tanggal dan bulan
Kedudukan matahari
1
21 maret-21 juni
Antara 0°-23½° LU(belahan bumi utara)
2
21 juni-23 september
Antara 23½° LU-0° (belahan bumi uara)
3
23 september-22 desember
Antara 0°-23½° LS (belahan bumi selatan)
4
22 desember-21 maret
Antara 23½° LS-0° (belahan bumi selatan)

2.    Terbentuknya angin muson
     Angin muson adalah angin yang bertiup setiap 6 bulan sekali dan selalu berganti arah. Di Indonesia terjadi du angin muson yaitu:
a.      Angin muson barat
      Bertiup setiap bulan Oktober sampai Maret, kedudukan semu matahari di bumi selatan. Akibatnya Tekanan udara maksimum di Asia dan tekanan udara minimum di Australia, maka bertiuplah angin dari Asia ke Australia (tekana tinggi ke rendah). Angin melalui Samudra Hindia, maka angin tersebut mengandung uap air yang banyak, sehingga pada bulan OKtober sampai Maretdi Indonesia terjadu musim penghujan.
b.      Angin muson timur
      Bertiup mulai bulan April sampai September. kedudukan Semu matahari di belahan bumi utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan tekanan udara di Australia tinggi,angin bertiup dari Australia ke Asia. Angin melewati gunung yang luas di Australia dan bersifat kering. Karena itu Indonesia saat itu mengalami musim kemarau.
                                                                                                                        
D. Persebaran flora dan faubna di Indonesia
     Daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai paru-paru dunia.
     Keberadaan hutan tropis yang subur merupakan surge bagi aneka satwa, mulai dari berbagai jenis hewan melata, mamalia, aneka ragam serangga sampai pada jenis burung.
  Factor yang memengaruhipersebaran flora dan fauna:
1.    Factor bentang alam atau relief tanah,
2.    Factor manusia,
3.    Factor iklim (curah hujan, temperature udara, angin, dan kelembapan udara)
4.    Factor tanah.

1.      Persebaran flora di Indonesia
     Tumbuhan di Indonesia menunjukkan gejala cauliflora, yaitu adanya bunga dan buah pada batang dan dahan, serta tidak pada pucuknya. Aneka jarum jenis flora bisa dijumpai di dalam hutan.
     Menurut UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967, hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pepohonan secara keseluruhan merupaka persekutuan hidup alam hayati.
a.    Jenis hutan berdasarkan iklim digolongkan sebagai berikut.
1)        Hutan hujan tropis, dengan cirri-ciri:
a)      Pohonnya berdau lebar,
b)      Daunnya menghijau sepanjang tahun,
c)      Terdapat tumbuhan epifit, lumut, palem, dan pohon panjat sejenis rotan.
2)        Hutan musim, memiliki musim hujan dan kemarau. Ciri-ciri hutan musim adalah:
a)        Pohonnya jarang,
b)        Ketinggian pohon antara 12-35 meter,
c)        Pada musim kemarau daunnya meranggas dan musim penghujan bersemi.
3)        Hutan sabana atau savanna yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan perdu. Padang sabana banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara.
4)        Hutan bakau atau mangrove, merupakan hutan khas di daerah pantai tropic. Kerusakan panta disebabkan karena menipisnya hutan bakau yang banyak ditebangi manusia.
b.    Berdasarkan jenis pohon, hutan diklasifikasikan:
1)      Hutan homogen, yakni hutan yang di tumbuhi hanya satu jenis tumbuhn saja. Misalnya hutan pinus. Hutan reboisasi pada umumnya termasuk hutan homogeny.
2)      Hutan heterogen, hutan yang ditumbuhi beraneka ragm jenis tumbuhan. Misalnya hutan tropis.
c.    Berdasarkan fungsinya, hutan diklasifikasikan:
1)        Hutan lindung, hutan yang berfungsi:
a)        Sebagai penyaring air ke dalam tanah untuk cadanan air tanah (hidrologis),
b)        Mencegah banjir,
c)        Melindungi tanah dari erosi.
2)        Hutan suaka alam, yaitu hutan yang berfungsi sebagai pelindung jenis flora dan fauna    tertentu.
3)        Hutan produksi, hutan yang berfungsi untuk diambil hasilnya sebagai bahan industry. Misalnya hutan jati.
d.   Manfaat hutan
Keadaan hutan menjadi potensi sumber daya alam yang menguntungkan bagi devisi Negara. Hutan memiliki aneka fungsi yang berdampak positif terhadap kelangsungan kehihidupan manusia.
1)        Manfaat langsung
                                                                                                                                            Secara langsung hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan nokayusebagai bahan produksi.
2)      Manfaat tidak langsung
Secara tidak langsung hutan memiliki berbagai fungsi yaitu:
a)    Fungsi klimitalogis, sebagai penyegar atu pembersih udara,
b)   Fungsi orologis, sebagai penyaring atau pembersih air,
c)    Fungsi strategis, sebai saran pertahanan dan perlindungan dalam peperangan,
d)   Fungsi estestis, untuk keindaha,
e)    Fungsi hidrologis, berperan menyimpan air hujan.

2.      Persebaran fauna di Indonesia
Persebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.    Kelompok fauna asiatis (kelompok barat), adalah hewan yang berada di wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Adapun jenis-jenis hewannya antara lain badak, gajah, rusa, tapir, banteng, kerbau, kera, harimau, babi hutan, dan sebagainya.
b.    Kelompok fauna astralis (kelompok tengah), merupakan campuran fauna Asia dan Australia , meliputi jenis hewan yang berada di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Jenis fauna ini antara lain anoa, babi, rusa, komodo, burung maleo, tersius, dll.
c.    Kelomp[ok fauna australis (kelompok timur), kelompok hewan yang berada di paparan sahul. Wilayah papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna di wilayah ini antara lain kanguru, walabi, koala, burung cenderawasi, kakatua, kasuari, jenis burung berwarna lainnya.
3.      Jenis fauna yang dilindungi dan upaya pelestariannya
          Berdasarkan peratura perlindungan binatang liar nomor 134 dan 266 tahun 1931, hewan yang dilindungi antara lain badak tapir kambing hutan, trenggiling, kancil, burung dara laut, babi rusa, elang tikus (alap-alap).
          Berdasarkan SK menteri pertanian nomo 421 tahun 1970 dan keputusan mentri pertanian nomor 327 tahun 1972, hewan yang dilindungi adalah harimau Sumatra, harimau jawa, macan kumbang, jalak bali, burung gosong, burung maleo, monyet hitam, kakatua, rusa bawean, kanguru pohon, beo nias, ikan pesut, lumba-lumba, musang.
          Unuk melindungi hewan tersebut didirikan cagar alam dan suaka margasatwa, yaitu:
a.      Di pulau jawa
Cagar alam di pulau jawa yaitu:
1) Cagar alam ujung kulon (badak,banteng, merak, rusa, dan buaya),
2) Cagar alam Cibodas, Cianjur,
3)        Suaka margasatwa baluran dan meru betiri (banteng, kerbau liar, harimau jawa, dan rusa),
4) Cagar alam pengandaran (banteng),
5) Cagar alam gunung gede, Bogor (kijang dan rusa),
6) Cagar alam pulau Dua (burung laut).
b.      Di pulau Sumatra
1)        Suaka margasatwa gunung lauser (orang utan, badak, gajah, harimau sumatra),
2)        Suka margasatwa (harimau, tapir, beruang, rusa, badak, gajah Sumatra),
3)        Cagar alm limbo pati, (tapir dan siamang).
c.       Di pulau Kalimantan
Suaka margasatwa putting dan Kutai (orang utan, banteng, dan rusa sambar),
d.      Di pulau nusa tenggara
Suka margasatwa di pulau komodo dan pulau rinca (komodo, kerbau liar, dan kuda liar)
e.       Di pulau Sulawesi
suaka margasatwa Dumoga bone dan gunung tangkoko (anoa, babi rusa, dan kuskus),
f.        Di Maluku
suaka margasatwa Wae Nua (burung kasuari), pulau Baun di kepulauan Aru (burung cendrawasi).
E.  Persebaran jenis tanah dan pemanfaatan di indonesia
     persebaran jenis tanah di Indonesia sanga di pengaruhi oleh jenis batuan induk, tempat pembentukan, dan proses pembentukannya. Persebaran jenis tanah di Indonesia sebagai berikut:
a.       Tanah organic (gambut) disebut juga tanah organosoal/histosol. Berada di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Digunakan untuk perkebunan.
b.      Tanah grumusol adalah tanah yang berasal dari batuan induk batu kapur dan tuff vulkanik. Kandungan bahan organic rendah. Berada di Jawa timur, Madura, nusa tenggara, dan Maluku. Untuk menanam palawija dan perkebunan.
c.       Tanah latosol pembentuknya berasal dari batuan beku, sedimen, dan metamorf. Untuk tanaman padi, palawija dan perkebunan.
d.      Tanah andolos atau vulkanik berada di daerah yang mempunyai banyak gunung (Sumatra dan jawa). Memiliki bahan abu vulkanik dan tuff.
e.       Tanah aluviadari endapan lumpur halus yang terbawa aliran air. Cocok untuk tanaman.
f.       Tanah podsol tanah bertekstur pasir dengan kandungan bahan organic sedang. Dapat dijumpai di sepnjang sungai besar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
g.      Tanah lateriadalah tanah yang terbentuk karena temperatur udara dan curah hujan yang tinggi.bersifat kurang subur. Dapat di temukan di jawa timur, jawa barat, dan Kalimantan barat.

F.              Kondisi penduduk indonesia
     Indonesia merupakan Negara kesatuan, masyarakatnya majemuk terdiri dari beberapa suku bangsa yang menyebar dari Sabang (Sumatra Utara) sampai Merauke (Ujung Papua).
1.         Pembagian ras penduduk Indonesia
     Berdasarkan cirri-ciri fisiknya, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi empat kelompok ras, yaitu:
a.         Kelompok ras Papua Melanezoid, terdapat di Papua/Irian, Pulau Aru, Pulau Kai.
b.        Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
c.         Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.
d.        Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan.
1)   Ras Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain SukuBatak, Suku Toraja, Suku Dayak.
2)   Ras Deutro Melayu (Melayu Muda) antara lain Suku Bugis, Madura, Jawa, Bali.
2.         Keragaman suku bangsa Indonesia
       Bebrapa suku bangsa (etnis) yang masing-masing memiliki bahasa dan adat istiadat, serta budaya yang berbeda. Masyarakat Indonesia terdiri ata 366 etnis dengan criteria pada bahasa daerah, kebudayaan serta susunan masyarakatnya. Menurut penelitian Van Vollenhoven yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia terbagi menjadi 19 lingkaran hokum adat dengan berbagai suku bangsa (etnis) yang ada di dalamnya.
       Robertson pada tahun 1977 mengemukakan pendapatnya bahwa kelompok etnik adalah sejumlah besar orang yang memandang diri dan di pandang oleh kelompok lain memiliki kesatuan budaya yang berbeda. Sifat-sifat budaya bersama dan interaksi timbale balik yang terus menerus.
       Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang Nampak dari pola perilaku atau gaya hidup.pola perilaku orang jawa tengah (khusus Solo dan Yogyakarta) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secar halus sehingga berkesan kurang tegas.
       Secara rinci dapat kita uraikan perbedaan etnis yang satu dan lainnya,dalam hal:
a.       Perbedaan bahasa daerah.
b.      Perbedaan tata susunan kekerabatan.
c.       Perbedaan adat istiadat.
d.      Perbedaan sistem mata pencaharian.
e.       Perbedaan teknologi.
f.       Perbedaan kesenian daerah.
Adapun beberapa factor yang menyebabkan perbedaan bahasa dan adat istiadat adalah:
a.         Keadaan dan letak geografis yang berbeda.
b.        Pemukiman penduduk yang terpisah-pisah di pulau-pulau terpencil yang menghambat kontak dengan daerah lain.
c.         Latr belang sejarah yang berbeda.
d.        Lingkaran hokum adat dan kemasyarakatan yang berlainan.

^^ kalau mau copy-paste wajib Coment^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar